Pansel MRPBD Jangan Bekerja Amburadul

FOTO: Dominggus Yable, Aktivis Pro Demokrasi
FOTO: Dominggus Yable, Aktivis Pro Demokrasi

Oleh: Dominggus Yable
Aktivis Pro Demokrasi

LEGIONNEWS.COM – OPINI, Sebagai Aktivis Asal Tanah Papua terlebih Khusus Aktivis Asal Sorong Provinsi Papua Barat Daya Sekaligus Aktivis Pro Demokrasi yang memiliki Komitmen kuat untuk ikut serta Mengawal pelaksanaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Papua dan juga ikut serta aktif Membela hak-hak dasar rakyat Papua Berdasarkan Amanat UU Otsus Papua mengingatkan kepada Panitia Seleksi Majelis Rakyat Papua Barat Daya (PANSEL-MRPBD) agar Selektif memilih dan memperhatikan hal-hal yang Prinsipil dan Politis agar tidak terjadi Kegaduhan.

Dengan Mengamati Sejumlah perempuan Suku Moi, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya yang melakukan aksi penolakan terkait hasil seleksi Majelis Rakyat Papua Barat Daya (MRPBD), pada hari Selasa (2/5/2023), sebagaimana yang dimuat pada media sorong.tribunnews.com dengan Judul berita “Perempuan Moi Sorong Tolak Hasil Seleksi MRPBD, Satu Perwakilan Maybrat Diduga Lompat Jendela”, dengan demikian jelas bahwa ada yang salah bahkan sangat jelas ada pihak yang dirugikan. Sehingga saya mengingatkan kepada Pansel MRPBD agar Tidak amburadul dalam Melaksanakan Tugasnya.

Jika Perempuan Moi Sorong Tolak Hasil Seleksi MRPBD, Karena Ada Satu Perwakilan dari Maybrat yang Diduga Lompat Jendela, maka ini adalah cara-cara lama yang tidak demokratis dan berpotensi memicu konflik dan jelas ada pihak yang diuntungkan dan Ada pihak yang dirugikan.

Advertisement

Jika Proses awal sudah salah, maka hasil akhirnya pun salah dan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama.

Hentikan birahi Politik Perusak Konstitusi (UU OTSUS PAPUA), karena tujuannya sudah jelas untuk semua Suku yang Ada di atas Tanah Papua, sementara implementasinya tidak sesuai harapan karena Overdosis secara Politis dan Kelebihan Praktik Imperialisme alias Monopoli. Sehingga rakyat sering menilai bahwa Otsus Gagal. Sebenarnya bukan Otsus yang Gagal tapi yang mengimplementasikannya yang Gagal.

Pansel MRPBD Jangan Norak, Kaku, sinis dan Apatis. Harus Selektif serta tepat dalam mengambil Keputusan dan Perhatikan setiap Representasi Suku, wilayah dan Masyarakat adat yang ada di Provinsi Papua Barat Daya untuk diakomodir mewakili wilayah dan Suku masing-masing.

Disclaimer: Rubrik Kolom adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya danatau Naskah rilis/Keterangan Pers ataupun Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis naskah seperti Kolom Opini, Memberi Keterangan pers dan legion-news.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ataupun pemberitaan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini/Rilis berita/Keterangan Pers Redaksi legion-news.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

Advertisement