
LEGIONNEWS.COM – JAKARTA, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan sambutannya dalam acara ‘China Conference: Southeast Asia 2026’ di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Dalam kesempatan itu Menko Airlangga menegaskan peran Indonesia sebagai jangkar ketahanan ekonomi kawasan di tengah ketidakpastian geopolitik global, volatilitas pasar keuangan, serta tantangan transisi menuju ekonomi rendah karbon.
“Indonesia memposisikan diri sebagai kekuatan ekonomi yang resilien melalui kebijakan makro yang kredibel, koordinasi lintas sektor yang solid, serta komitmen kuat terhadap pembangunan berkelanjutan dan inklusif.” ujar Menko Perekonomian ini dikutip Selasa (10/2).
“Kemitraan ekonomi Indonesia-Hong Kong, sebagai contoh, semakin strategis, dengan nilai perdagangan sekitar USD6,5 miliar dan investasi mencapai USD10 miliar, diperkuat oleh implementasi FTA Hong Kong–ASEAN sejak 2020.” tutur Airlangga.
“Kinerja ekonomi nasional tetap konstruktif, ditopang pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 5,11%, inflasi yang terkendali, PMI manufaktur yang konsisten ekspansif, serta surplus neraca perdagangan yang telah berlangsung selama 68 bulan berturut-turut.” ucapnya.
Kata Menko Airlangga, Capaian ini turut mendorong peningkatan kesejahteraan, penurunan kemiskinan, dan penciptaan sekitar 1,4 juta lapangan kerja sepanjang 2025.
Sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, transformasi ekonomi hijau dan ketahanan energi menjadi prioritas nasional melalui penguatan energi terbarukan, hilirisasi industri hijau, dan kolaborasi global.
“Sinergi kepemimpinan Indonesia dengan para mitra kawasan, termasuk China, menjadi kunci menuju masa depan ekonomi Indo-Pasifik yang berkelanjutan dan net-zero.” imbuh Menko Perekonomian ini. (*)
























