
LEGIONNEWS.COM – INTAN JAYA, Juru bicara (Jubir) TPNPB, Sebby Sambom melalui siaran persnya mengatakan pihaknya telah menyerang salah satu pos militer di Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah.
Katanya dalam keterangan persnya serangan dilakukan oleh Batalion Angin Bula, TPNPB Kodap VIII Intan Jaya yang dipimpin Enos Tipagau.
Katanya, Pos militer (TNI) itu diserang 2 hari berturut-turut di hari Sabtu dan Minggu (23/2/2025).
“Kami bertanggung menjawab atas penyerangan terhadap aparat militer Indonesia di dalam Pos yang terjadi sejak Sabtu, kemarin,” jelasnya dalam keterangan persnya itu.
Lebih lanjut Sebby mengungkapkan, Enos Tipagau dalam laporannya mengatakan telah melakukan penyerangan tersebut sejak Sabtu sore.
Bahkan ujarnya, pada Sabtu kemarin Enos Tipagau dan pasukan terlibat baku tembak selama dua jam, mulai pukul 15. 00 WIT hingga 17.00 WIT di pos militer dekat jaringan J2, pusat Kota Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.
“Kami akan melakukan penyerangan lebih luas jika pembangunan Kodim oleh Militer Indonesia terus dilakukan tanpa menghargai hak-hak masyarakat adat yang telah menolak pembangunan Kodim di Sugapa,” ujarnya.
Selain itu Sebby juga menyampaikan pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma mengumumkan duka atas tewasnya Oriel Kogoya.
“Kami mengumumkan duka nasional atas meninggalnya Oriel Kogoya pada Kamis, 20 Februari 2025, pukul 12.00 WIT karena sakit. Oriel Kogoya selama ini berperan aktif sebagai Intelejen TPNPB Kodap III Ndugama Derakma dan terlibat dalam berbagai penyerangan terhadap Militer Pemerintah Indonesia di Kenyam,” jelasnya.
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI untuk segera menarik aparat militer yang saat ini sedang berupaya keras mendirikan Kodim di Intan Jaya.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada penjelasan resmi dari pihak aparat keamanan di wilayah Intan Jaya.(**)