JN Minta APH Pantau dan Tindak Tegas Distribusi Pupuk Subsidi yang Tidak Tepat Sasaran

Advertisement

JAKARTA – Politisasi Partai Amanat Nasional (PAN), Jabal Nur meminta secara tegas pihak kepolisian untuk menindaklanjuti oknum yang melakukan penyimpangan sehingga menyebabkan pupuk subsidi dari pemerintah tidak tepat sasaran.

Hal itu diungkapkan Jabal, berdasarkan temuan Satgas Pangan Polri dilapangkan yang mengungkapkan sejumlah temuan terkait stok pangan, khususnya menjelang Lebaran 2024.

Salah satunya, ditemukan penyimpangan pupuk subsidi yang dilakukan oleh petani.

Wakasatgas Pangan Polri Kombes Samsul Arifin mengatakan penyimpangan tersebut seperti kasus ada petani yang menerima pupuk subsidi yang tergabung dalam kelompok tani namun tidak memiliki sawah.

Advertisement

Ia menjelaskan oknum petani tersebut tidak menanam pupuk subsidi yang diterima, melainkan menjual pupuk subsidi tersebut ke sejumlah pihak seperti sektor swasta.

“Tentu itu merugikan petani yang betul-betul membutuhkan pupuk subsidi, kita sangat prihatin apabila pupuk tidak di jadikan untuk mendukung produksi padi yang di lakukan oleh oknum-oknum nakal yang memanfaatkan pupuk subsidi dari pemerintah,” kata JN sapaan akrab Jabal Nur melalui keterangan resminya ke wartawan, Jumat (29/03).

Apalagi kata Jabal, pupuk tersebut diselewengkan ke sektor-sektor industri seperti perkebunan, kelapa sawit dan atau ke pihak swasta untuk di jual kembali.

“Agar tepat sasaran bantuan pupuk atau alat pertanian dari kementerian pertanian, pihak kepolisian melalui Kapolda dan Kapolres memonitor penerima pupuk di setiap daerah, kroscek langsung di lapangan hingga ke desa-desa,” harap Alumni Peternakan Unhas ini.

“Dukungan dari masyarakat juga bisa memantau langsung dan bisa melaporkan apabila terjadi penyimpangan terhadap pupuk subsidi, kita ingin bantuan dari program pemerintah yang sangat membantu petani ini jadi tepat sasaran, itu yang utama,” tambah Jabal.

Jabal menyebutkan, persoalan pupuk selalu menjadi masalah menjelang musim tanam, mulai dari harga yang tidak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), pupuk langka di petani, muncul pupuk palsu, pupuk subsidi disalahgunakan ke nonsubsidi sampai tidak cukupnya ketersediaan pupuk waktu musim tanam.

Menurut Jabal, Itu semua kerap terjadi diakibatkan apabila ada kebocoran pupuk subsidi yang dinikmati oleh bukan petani dengan menyalahgunakan program dari pemerintah untuk sektor pertanian.

“Pemerintahan Jokowi sudah sangat maksimal mengelontorkan program dan bantuan untuk kepentingan Petani, sisa di kelola dengan baik dan diawasi penyalurannya agar tidak terjadi persoalan,” imbuh politisasi milineal asal Sulsel ini.

Advertisement