Izzana Saleh Bertemu Menko Airlangga Memperkuat Sinergi Negara-Negara Produsen Minyak Sawit

0
FOTO: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Izzana Saleh, Secretary General Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI. (Dok. Menko Perekonomian)
FOTO: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Izzana Saleh, Secretary General Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI. (Dok. Menko Perekonomian)

LEGIONNEWS.COM – JAKARTA, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Izzana Saleh, Secretary General Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI.

Menko Airlangga mengatakan bahwa pertemuan ini penting dalam upaya memperkuat dialog dan sinergi negara-negara produsen minyak sawit dalam merespons tantangan global yang semakin kompleks.

Kata Airlangga dikutip dari laman akun media sosial miliknya dikutip Jumat (6/2/2026). Dalam pertemuan ini dibahas peran strategis minyak sawit sebagai komoditas unggulan yang menopang ketahanan pangan dan energi, sekaligus penggerak perekonomian nasional serta sumber penghidupan bagi jutaan petani dan pekerja di sektor hulu hingga hilir.

“Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia memiliki kepentingan kuat untuk memastikan pengelolaan sawit yang produktif sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan.” ujar Menko Airlangga.

Kata Airlangga, Pemerintah terus mendorong praktik perkebunan berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas lahan, peremajaan sawit rakyat, penguatan hilirisasi, serta penerapan standar keberlanjutan yang menekankan perlindungan hutan, pengurangan emisi, dan konservasi keanekaragaman hayati.

“Upaya ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mendukung agenda pembangunan rendah karbon dan transisi menuju ekonomi hijau.” tulis Menko Airlangga.

Pertemuan juga membahas dinamika kebijakan global yang berdampak pada perdagangan minyak sawit, termasuk meningkatnya tuntutan keberlanjutan, hambatan non-tarif, dan isu lingkungan.

Dalam konteks ini, CPOPC dipandang sebagai platform strategis untuk memperkuat kerja sama, menyelaraskan narasi berbasis data, serta mendorong pengakuan internasional terhadap praktik sawit berkelanjutan yang adil dan inklusif bagi negara berkembang.

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk terus mempererat kerja sama dengan CPOPC dan negara anggota lainnya guna menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan petani, dan perlindungan lingkungan, sehingga industri sawit dapat terus berkontribusi secara berkelanjutan bagi perekonomian nasional dan tujuan pembangunan global. (*)

Advertisement