Butuh Pemimpin Berani

FOTO: Pahmuddin alias Colik
FOTO: Pahmuddin alias Colik
Advertisement

Penulis: Pahmuddin Holik

  • Presiden Mahasiswa UIN Alauddin mks. 2011-2012.
  • Ketua Umum Badko HmI Sulselbar 2013-2014.

LEGIONNEWS.COM – OPINI, “Ketegasan presiden baru Filipina, Rodrigo Duterte yang memimpin pemberantasan narkoba, menghukum mati ratusan bandar dan pengedarnya serta membersihkan aparat yang terlibat bisnis narkoba perlu menjadi contoh bagi Indonesia,” Antaranewus.com 11 Agustus 2016.

Itulah sikap kesatria sang Presiden yang begitu sayang pada generasinya, menyelamatkan anak bangsa dari kematian dan kedungan karena candu, Duterte layak menjadi role model yang di topang dengan nyali besar membumi hanguskan peredaran barang haram tersebut, ini wajib di lakukan dari hulu sampai hilir oleh pemerintah bangsa indonesia. Keterangan fredy terang dalam setiap persidangan nya menjelang hukuman jatuh kepadanya, menantang penegak hukum jika punya keinginan benar- benar memberantas peredaran barang haram tersebut, bahkan dirinya siap membantu aparat menunjukkan sumber yang di anggap cukup besar memasok ke Indonesia.

Persoalan kedua adalah perilaku korupsi, Indonesia benar-benar membutuhkan presiden yang punya keimanan kuat menumpas mental para birokrasi dan politisi yang masih doyan pada perilaku tercela itu. Diinginkan ada regulasi khusus mengenai hal tersebut, efek jerah yang paling mendekati adalah peniskinan bagi yang terbukti di pengadilan, semua hartanya wajib di sita oleh negara, ini akan menjadi efek jerah, para istri dan anak para birikrat dan politisi akan menasehati dan melarang sanak keluarganya untuk korupsi, begitupun sebaliknya, sangsi sisialnya lebih punya efek.

Advertisement

Agenda kemakmuran itulah menjadi efek jika bangsa itu sehat dengan sistem kebijakannya, jauh dari perilaku manusia yang culas. Perangkat Negara seharusnya berfikir kurang berfaedahmelaksanakan pesta demokrasi jika yg terjadi hanya pergantian presiden saja bukan mengarah pada perbaikan sistem.

Saatnya rakyat keluar sejenak memikirkan siapa diantara ketiga pasangan presiden yang berani keluar dari tatanan yang sedang tidak baik-baik saja. Sebagai rakyat menyiapkan poin di atas untuk dibubuhi jempol darah dan prasasti sebagai bukti keseriusan mengubah bangsanya kearah yang gemilang. Itu baru dua poin belum lagi dengan persoalan yang lain yg tentu menjadi keresahan bersama.

Advertisement