
MAKASSAR, Legion-news Acara penutupan MUSDA VIII MUI Sulawesi Selatan digelar pada Ahad, 08/08/2021 di hotel Four Point by Sheraton, Jl. Andi Jemma Makassar, yang dilaksanakan secara luring dan daring.
Di sela – sela acara penutupan, Prof. Dr. Sukardi Weda, yang juga Wakil Ketua Komisi Infokom MUI Sulsel, masa Khidmat 2016 – 2021 melaporkan acara penutupan dihadiri oleh seluruh peserta MUSDA VIII MUI Sulsel dan Kapolsek Rappocini, Kompol Syamsuddin, S.Ag., M.H.
.
Penutupan MUSDA VIII MUI Sulsel diawali dengan pembacaan hasil keputusan formatur yang dibacakan oleh Ketua MUI Pusat, Dr. Jeje Zainuddin. Hasil rapat formatur sepakat memilih Prof. Dr. KH. Najamuddin HS, M.A. sebagai Ketua Umum MUI Sulawesi Selatan, masa Khidmat 2021 – 2026.
Dia didampingi oleh Prof. Dr. H. Muh. Galib, MA selaku Wakil Ketua Umum, Prof. Dr. Hamzah Harun, MA, selaku Wakil Ketua Umum, Dr. Mustari Busra MA, selaku Wakil Ketua Umum, Dr. H. Muammar Bakry Lc., MA, dan Ir. H.Andi Taswin, selaku Bendahara Umum.
Adapun kepengurusan lengkap MUI Sulsel akan diselesaikan sebelum tanggal 23 Agustus 2021.
Prof. Dr. KH. Najamuddin HS, MA adalah Rais Syuriah PW NU Sulawesi Selstan, sekaligus sebagai guru besar Jurusan Asia Barat, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin.
Dalam pidatonya, Ketua Umum MUI Sulawesi Selatan terpilih, Prof. Dr. KH. Najamuddin HS, MA. “Saya menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas amanah ini. Amanah ini cukup berat, awalnya diminta kesiapan, saya katakan, tergantung kesepakatan bersama,” ujarnya.
“Saya tidak pernah berusaha, tetapi ketika jabatan itu diamanahkan, atas kesepakatan, insya Allah akan menolong,” ucap dia.
“Tentunya kepengurusan ini akan melanjutkan program – program strategis sebelumnya. Kepengurusan akan datang adalah kroemimpinan kolektif,”
MUI sebagai khadimul ummah selalu siap untuk membangun keummatan dan membantu Pemerintah dalam hal kebangsaan, pungkasnya. Melalui kesempatan ini, mengharapkan dukungan sepenuhnya dari MUI Pusat, harapnya.
Dr. Jeje Zainuddin, selaku Ketua MUI Pusat menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi – tingginya atas keterlibatan semua pihak sehingga kegiatan ini terlaksana dengan baik. Dr. Jeje Zainuddin menambahkan bahwa telah terjadi perubahan dalam kehidupan kita, seperti motivasi, semangat, dan cita – cita untuk berubah.
Perubahan karena ada bencana alam, dan perubahan karena penemuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Perubahan harus diayomi dan diarahkan, ujarnya.
Untuk seluruh komponen bangsa, mari mengawal perubahan ini menjadi perubahan yang positif, kolaboratif, bukan perubahan yang destruktif.
Mari membangun keharmonisan dan ukhuwah dalam menghadapi gelombang perubahan ini. MUI membimbing ummat melalui prinsip wasathiyah atau moderasi beragama, ujarnya.
























