BAK, Jurnalis Harus Kuat Riset dan Referensi

41
Foto BAK hadir dalam Seminar Jurnalistik yang digelar Pelita, (Sabtu 20/2) di Aula Dinas Perpustakaan Arsip Sulsel, Jalan Sultan Alauddin Makassar

MAKASSAR||Legion-news.com Mantan jurnalis Majalah Kartini Group dan Panji Masyarakat, Bachtiar Adnan Kusuma, menilai kalau profesi jurnalis perlu memperkuat data dan fakta dengan memperbanyak membaca buku untuk memperluas horison wawasan dan riset data.

Bachtiar Adnan Kusuma (BAK) yang pernah magang di Harian Republika Jakarta, mempertegas kalau seorang jurnalis harus kuat referensi dengan banyak membaca, memperluas diskusi, dan melakukan riset. Misalnya saja, BAK menggambarkan bagaimana tatkala dirinya ditugaskan meliput proses pengadilan pembunuhan salah seorang perwira di Blok M Jaksel, malam harinya ia ditugaskan redaktur liputan masuk ke perpustakaan Republika untuk membaca dan membuka kliping peristiwa kriminal yang terjadi selama setahun di Jakarta. “Kami dibekali riset, data dan referensi kuat biar mudah mengelaborasi penulisan berita di lapangan” kenang BAK yang magang di Harian Republika Jakarta pada 1996 di Seminar Jurnalistik yang digelar Pelita, (Sabtu 20/2) di Aula Dinas Perpustakaan Arsip Sulsel, Jalan Sultan Alauddin Makassar dengan pembicara Burhanuddin Marbas, Herman Lilo, Usdar Nawawi.

Karena itu, BAK yang menjadi koresponden sejumlah media Jakarta sejak 1989-1996, berpesan agar jurnalis muda sebaiknya memperluas wawasan dengan rajin baca buku, rajin diskusi dan mengikuti perkembangan zaman.

Sementara peneliti yang juga alumni Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unhas, Herman Lilo kembali menegaskan kalau generasi muda untuk terus menulis. Karya jurnalistik tidak melulu reporting and news writing, tetapi juga menuliskan sebuah fakta dalam bentuk feature dan esay. Menurut Herman Lilo, ilmu jurnalistik, esai adalah tulisan berupa pendapat seseorang tentang suatu permasalahan ditinjau secara subjektif dari berbagai aspek/bidang kehidupan. Di dalam hiruk pikuk berita yang diangkut oleh situs berita dan flatform media, terkadang audience lebih tertarik membaca kemasan views seperti esai, kolom opini, dan feature. Oleh karena itu jurnalis yang handal harus memiliki kemampuan menulis yang baik. Memiliki interpretasi yang luas terhadap sebuah fakta.

Advertisement