Bak di Korea Utara, Plt Dirut PDAM Makassar, Larang Karyawan Gunakan Media Sosial

0
FOTO: Kolase Presiden Korea Utara dan Surat Edaran Plt Dirut PDAM Makassar
FOTO: Kolase Presiden Korea Utara dan Surat Edaran Plt Dirut PDAM Makassar.

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama mengeluarkan surat edaran nomor: 02/B.3f/VI/2025, ” Tentang Penggunaan Media Sosial”.

PERTAMA, Seluruh pegawai dilarang mengakses atau menggunakan media sosial selama jam kerja kecuali untuk keperluan dokumentasi kerja dan laporan;

KEDUA, Seluruh Pegawai dilarang membuat dan mengunggah konten di luar Tupoksi sebagai Pegawai Perumda Air Minum Kota Makassar pada saat jam kerja dan/atau di luar jam kerja dengan menggunakan Pakaian Dinas dan Atribut Perusahaan;

KETIGA, Apabila Pegawai terbukti melakukan aktifitas sebagaimana dimaksud pada angka dan 2, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan Peraturan Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kota Makassar Nomor 02 Tahun 2025 Tentang Ketentuan Kepegawaian.

“Demikian Surat Edaran ini untuk menjadi perhatian dan disampaikan untuk dilaksanakan. Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan banyak terima kasih.” dikutip dari surat edaran Plt Dirut PDAM Makassar itu.

Kota Makassar terus memperkuat posisinya sebagai pionir transformasi digital di Indonesia. Tak sekadar mengandalkan infrastruktur dan sistem berbasis teknologi.

Kebijakan Direktur Utama (Dirut) sepertinya tak sejalan dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin yang saat ini tengah melaksanakan program “Laboratorium Urban Digital”.

Laboratorium urban digital kini menjadikan pengembangan sumber daya manusia lokal sebagai kunci utama menuju kota cerdas yang inklusif dan berkelanjutan.

Langkah ini ditegaskan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri kegiatan bersama Apple Developer Academy bertema “Where Ideas Meet Innovation”, Rabu (25/6/2025), di Menara Bosowa.

Hadir Ketua TP PKK Melinda Aksa, Tim Ahli Pemkot Makassar, Prof. Batara Surya, Dara Nasution. Dalam acara yang turut dihadiri pelaku industri kreatif, institusi pendidikan, hingga ratusan anak muda Makassar.

Munafri menegaskan bahwa masa depan kota akan dibangun dari kombinasi antara sistem digital terintegrasi seperti Makassar Super App dan pemberdayaan talenta muda yang siap bersaing secara global.

“Hari ini kita tidak hanya berbicara tentang program pelatihan atau kemitraan, tapi tentang masa depan kota. Makassar sedang mentransformasi dirinya dari kota konvensional menjadi kota yang terhubung secara digital, kolaboratif, dan berbasis inovasi,” jelasnya.

Dengan bonus demografi dan ekosistem teknologi yang mulai terbentuk, Makassar berambisi tak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pusat inovasi digital yang menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ini menjadi ajang pertemuan antara talenta muda, pelaku industri digital, dan institusi pendidikan dalam mendorong transformasi digital di Kota Makassar.

Munafri menegaskan bahwa kehadiran kegiatan bersama Apple Developer Academy di Makassar bukan sekadar sesi informasi, melainkan langkah strategis untuk mempersiapkan masa depan kota.

Salah satu bentuk konkret transformasi tersebut, lanjutnya, adalah pembangunan Makassar Super App, sistem digital terintegrasi yang menggabungkan 358 lebih layanan publik, mulai dari perizinan hingga pendidikan dan kependudukan.

Meski demikian, Munafri menekankan bahwa teknologi hanyalah alat. Yang terpenting adalah sumber daya manusianya. Oleh karena itu, pembangunan talenta digital lokal menjadi fokus utama dalam mendukung digitalisasi kota.

“Makassar punya bonus demografi. Lebih dari 60% penduduknya berusia di bawah 40 tahun. Tapi tanpa akses dan ruang, itu hanya jadi angka statistik,” jelasnya. (*)

Advertisement