APPI dan Makassar

FOTO: Rusman Madjulekka
FOTO: Rusman Madjulekka
Advertisement

Oleh: Rusman Madjulekka
Wartawan Senior, Penulis Buku.& Pendiri Koran Identitas Kampus UNHAS

LEGIONNEWS.COM – NAMANYA Munafri Arifuddin. Biasa dipanggi Appi. Anak Makassar berdarah Mandar ini menghabiskan masa sekolah hingga menamatkan kuliah di kota Makassar. Di Universitas Hasanuddin (Unhas).

Ikatan batin dengan Makassar membuat dirinya tak pernah lupa dengan kota ”Anging Mammiri” – julukan bagi Makassar. Hubungan keduanya tak bisa dipisahkan.

Appi tumbuh dikalangan keluarga yang menyayanginya. Ayahnya H.Arifuddin Katta. Ibunya Hj.Murni Aburaera. Sejak kecil, ia merasakan ”kehangatan” kasih sayang orang tua dan bermain seperti layaknya bocah lainnya. Bermain bola, kelereng, layang-layang, dan sebagainya.

Advertisement

Sejak kapan dirinya dipanggil Appi?

Awalnya, hanya keluarga dan kawan dekatnya saja yang memanggil dirinya “Appi”. ”Yah…itu nama panggilan saya dari kecil,” ungkapnya tersenyum.

Mungkin ketika kecil dulu nama lengkapnya sulit disebut karena kepanjangan.

”Atau orang malas menanyakan nama sekolah saya makanya dipanggil dengan Appi saja, lebih singkat dan gampang penyebutannya,” jelasnya. Sejak itu panggilan Appi akrab dan melekat terhadap dirinya dan jadi keterusan sampai sekarang.

Dalam perkembangan dikalangan masyarakat Makassar yang heterogen, bagi warga yang telah menyandang gelar haji, maka secara otomastis telah melekat sebuah simbol atau status sosial tersendiri baginya. Begitu juga dengan Appi.

”Ada tong (juga,red) yang panggil saya Pak Haji Appi he..he,” katanya tersenyum.

Sejak kecil Appi dan saudara-saudaranya telah ditanamkan nilai-nilai kehidupan oleh kedua orang tuanya.

”Dalam mengerjakan sesuatu harus ikhlas, karena dengan begitu beban kerja menjadi ringan untuk menggapai sukses,” ungkap Appi menirukan pesan sang ibu yang dia ingat. ***

Advertisement