Ansor Sulsel Butuh Pemimpin, Bukan Sekadar Pemenang Forum

0
FOTO: Makmur Idrus.
FOTO: Makmur Idrus.

Oleh H. Makmur Idrus
Senior Ansor Sulsel

LEGIONNEWS.COM – OPINI, Konferensi Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Selatan bukan sekadar momentum memilih ketua. Ia adalah titik penentuan arah lima tahun ke depan. Karena itu, yang dibutuhkan Ansor Sulsel hari ini bukan sekadar pemenang forum, melainkan pemimpin yang mampu bekerja melampaui euforia kemenangan.

Menang di forum adalah soal strategi. Memimpin organisasi adalah soal kapasitas dan tanggung jawab. Dua hal ini sering kali dianggap sama, padahal berbeda jauh. Forum bisa dimenangkan dengan mobilisasi, lobi, atau konsolidasi teknis.

Tetapi memimpin Ansor Sulsel di tengah kompleksitas persoalan daerah menuntut lebih dari sekadar kecakapan memenangkan suara.

Sulawesi Selatan menghadapi tantangan nyata: ketimpangan ekonomi, kerentanan petani dan nelayan, konflik sosial berbasis lahan, derasnya arus disinformasi digital, serta dinamika politik yang kerap memecah perhatian publik. Dalam situasi seperti ini, Ansor tidak cukup hanya solid secara internal. Ia harus relevan secara eksternal.

Di sinilah perbedaan antara pemenang forum dan pemimpin sejati menjadi jelas.

Pemimpin Ansor Sulsel harus memahami konteks daerah secara mendalam. Makassar dengan kompleksitas urban berbeda dengan Luwu Raya yang memiliki tantangan sumber daya alam dan lingkungan.

Pesisir memiliki persoalan yang berbeda dengan wilayah pegunungan. Toraja memiliki karakter sosial dan budaya yang tidak bisa diperlakukan seragam dengan kawasan lain. Pemenang forum belum tentu memahami medan ini. Pemimpin sejati justru diukur dari kemampuannya membaca peta sosial Sulsel secara utuh dan presisi.

Selain itu, Ansor membutuhkan figur yang mampu berbicara di ruang publik dengan argumentasi yang kuat dan terukur. Tantangan organisasi hari ini bukan kekurangan kader, melainkan kurangnya narasi yang sistematis dan kredibel.

Pemimpin yang hanya piawai mengatur barisan internal, tetapi gagap menjelaskan sikap organisasi di hadapan publik dan media, akan membuat Ansor tertinggal. Organisasi ini tidak boleh hanya terdengar di dalam forum, tetapi juga diperhitungkan di luar forum.

Kemampuan manajerial juga menjadi pembeda yang tegas. Mengelola organisasi tingkat wilayah bukan pekerjaan simbolik. Ia membutuhkan perencanaan program yang terukur, transparansi keuangan, serta kolaborasi lintas sektor yang nyata.

Tanpa tata kelola yang baik, potensi kader dan jaringan hanya akan menjadi retorika. Pemenang forum bisa lahir dari momentum. Pemimpin organisasi lahir dari rekam jejak.

Lebih jauh, Ansor Sulsel tidak boleh kehilangan fungsi moralnya. Organisasi ini memiliki sejarah panjang dalam menjaga nilai kebangsaan dan keberpihakan pada masyarakat.

Kedekatan dengan kekuasaan tidak boleh menghapus keberanian untuk bersikap kritis ketika kepentingan publik terabaikan. Pemimpin yang terlalu nyaman sering kali kehilangan sensitivitas. Sementara pemimpin yang berintegritas berani menjaga jarak agar tetap objektif.

Di era digital, literasi media juga menjadi ukuran penting. Satu pernyataan yang keliru bisa meluas dalam hitungan menit. Satu sikap yang ambigu dapat dimanfaatkan untuk melemahkan organisasi. Pemimpin Ansor Sulsel harus memahami medan digital dan mampu mengelola komunikasi dengan cermat.

Akhirnya, seluruh kriteria itu bermuara pada satu hal: integritas. Konferwil bukan arena adu strategi semata, melainkan ruang seleksi etika. Rekam jejak lebih penting daripada retorika. Organisasi tidak boleh menjadi alat transaksi jangka pendek.

Ansor Sulsel membutuhkan pemimpin yang mampu menempatkan kader sesuai potensi wilayahnya, membangun kerja kolektif, dan menghadirkan organisasi di tengah problem nyata masyarakat. Yang dibutuhkan bukan sekadar figur yang menang di forum, tetapi sosok yang mampu membawa organisasi melampaui forum.

Sebab kemenangan di ruang sidang hanya berlangsung beberapa jam. Tetapi kepemimpinan diuji setiap hari, di tengah realitas yang tidak selalu ramah.

Selamat melaksanakan Konferensi Wilayah GP Ansor Sulawesi Selatan pada 14 Februari 2026 di Asrama Haji. Semoga forum ini melahirkan kepemimpinan yang matang, berintegritas, dan benar-benar siap mengemban amanah sejarah.

Advertisement