Media Asing Soroti Presiden Prabowo yang “Mengancam” akan keluar dari BoP Jika tak Menguntungkan Palestina

0
Media Asing Soroti Presiden Prabowo yang
Media Asing Soroti Presiden Prabowo yang "Mengancam" akan keluar dariBoP Jika tak Menguntungkan Palestina

LEGIONNEWS.COM – Media asing menyoroti Presiden Prabowo Subianto yang “mengancam” akan keluar dari Board of Peace (BoP) jika tak menguntungkan Palestina.

Media asing yang menyoroti diantaranya kantor berita Reuters, AFP, hingga Arab News. Sorotan itu usai Presiden Prabowo menggelar acara silaturahmi bersama sekitar 160 ulama dan tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis malam, 5 Maret 2026 lalu.

Arab News contohnya, menerbitkan artikel berjudul “Indonesia will ‘quit peace board unless Palestinians benefit’” di situs web mereka pada Sabtu (7/3/2026).

Advertisement

Berita itu salah satunya menukil pernyataan perwakilan FPI Hanif Alatas yang menyambut baik keputusan Presiden Prabowo akan mundur dari BoP jika tidak membawa manfaat bagi rakyat Palestina atau tidak sejalan dengan kepentingan nasional Indonesia.

“Presiden mengatakan bahwa jika ia melihat tidak ada lagi manfaat bagi Palestina dan hal itu tidak sejalan dengan kepentingan nasional Indonesia, maka ia akan menarik diri,” ucapnya.

Mereka juga mengutip pernyaraan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang pada awal bulan lalu mendesak pemerintah untuk keluar dari Board of Peace.

Mereka menilai forum tersebut “tidak efektif dalam mewujudkan perdamaian sejati di Palestina.”

Presiden Prabowo sebelumnya menghadiri pertemuan perdana Board of Peace di Washington bulan lalu dan berjanji akan mengirim 8.000 pasukan Indonesia ke Gaza sebagai bagian dari ISF.

Puluhan negara diketahui telah bergabung dalam Board of Peace. Selain Indonesia, AS, dan Israel, ada Argentina, Albania, Armenia, Azerbaijan, Bahrain, Belarus, Bulgaria, Kamboja, Mesir, Arab Saudi, Turkiye, UEA, Hungaria, Yordania, Kazakhstan, Kosovo, Kuwait, Maroko, Mongolia, hingga Pakistan.

Namun beberapa sekutu dekat Amerika Serikat seperti Spanyol, Perancis, dan Jerman memilih tidak bergabung karena khawatir forum tersebut dapat melemahkan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dari 28 negara anggota, Mesir dan Yordania setuju melatih pasukan polisi Palestina yang baru, sementara Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania akan mengirim pasukan untuk ISF.

Indonesia bahkan menyatakan siap mengirim 8.000 tentara pada Juni, menjadikannya kontributor pasukan terbesar dalam misi tersebut.

Pertemuan Presiden Prabowo dengan para ulama dan Ormas islam berlangsung selama lebih dari 3 jam tersebut menjadi forum dialog antara pemerintah dan para ulama untuk membahas berbagai isu strategis, termasuk dinamika geopolitik global dan upaya diplomasi Indonesia dalam mendorong perdamaian di Timur Tengah.

Dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo juga memaparkan secara langsung alasan dan proses panjang di balik keterlibatan Indonesia dalam forum mengenai perdamaian Palestina yaitu Board of Peace (BoP).

Presiden Prabowo menegaskan bahwa keputusan tersebut adalah sebagai langkah konkret yang ditempuh sebagai upaya untuk mengurangi jumlah konflik dan korban di Palestina.

Keputusan ini pun juga telah melalui komunikasi intensif dengan sejumlah pemimpin negara mayoritas Islam dan negara kawasan Timur Tengah yaitu Turkiye, Arab Saudi, Mesir, Qatar, UAE, Pakistan, Yordania, Kuwait, dan Bahrain.

Sebelumnya, berdasarkan data dan fakta, sejak ditandatanganinya perjanjian damai Gaza Palestina di Sharm El-Sheikh Mesir pada Oktober 2025 silam, jumlah konflik dan korban di Gaza dalam 6 bulan terakhir telah jauh menurun, menjadi sekitar 600 – 1.000 jiwa.

Sementara itu, jumlah korban pada periode 2024-2025 mencapai lebih dari 70.000 jiwa. Serta dibukanya gerbang jalur logistik melalui jalan darat di Rafah yang selama ini ditutup.

Namun demikian, penghentian konflik secara total tidak bisa dengan seketika. Masih ada beberapa konflik dan juga korban berjatuhan, namun dengan jumlah yang sangat jauh berkurang. (*)

Advertisement