
LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan Opening Meeting Audit Eksternal Surveillance Sistem Manajemen Terintegrasi (SMT) sebagai wujud komitmen berkelanjutan dalam menjaga dan meningkatkan mutu tata kelola institusi. Kegiatan ini menjadi tahapan awal pelaksanaan audit eksternal terhadap penerapan SMT di lingkungan Unhas.
Kegiatan berlangsung pukul 09.00 WITA di Ruang Senat Lantai 2, Gedung Rektorat, Makassar, Rabu (21/01), dan dihadiri oleh pimpinan universitas hingga pengelola ISO, serta tim auditor eksternal.
Ketua ISO Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Nunuk Hariani Soekamto, MS., menjelaskan SMT merupakan penggabungan berbagai sistem manajemen, meliputi manajemen mutu, lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), hingga sistem anti-suap. SMT mengusung konsep one policy, one audit, and one continuous improvement.
ISO 9001 meruoakan pondasi utama dalam membangun budaya mutu di lingkungan universitas. Integrasi dengan standar ISO lainnya diharapkan semakin memperkuat tata kelola Unhas yang unggul, efisien, berintegritas, dan berkelanjutan.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Keuangan, Prof. Subehan, S.Si., M.Pharm.Sc., Ph.D., Apt., menyampaikan bahwa penerapan standar mutu di Unhas dilakukan secara rutin, saling terhubung antarunit, serta berorientasi pada continuous improvement. Jika sebelumnya standar ISO diterapkan secara terpisah, kini Unhas mengembangkannya dalam satu sistem manajemen ISO yang terintegrasi.
Audit eksternal surveillance ini bertujuan untuk memastikan implementasi sistem manajemen berjalan secara konsisten dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, sekaligus mengidentifikasi peluang perbaikan pada setiap unit kerja.
“Kami berharap dapat memperoleh berbagai masukan strategis yang dapat dipelajari dan dijadikan dasar perbaikan secara menyeluruh. Masukan ini akan memperkuat sistem, menyempurnakan proses, serta meningkatkan kesiapan unit lainnya dalam penerapan SMT,” ujar Prof Subehan.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Rektor, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. Dalam sambutannya, Prof JJ menegaskan bahwa membangun sistem manajemen mutu bukanlah proses yang mudah. Tantangan utamanya terletak pada upaya memastikan seluruh sivitas akademika memahami dan meyakini pentingnya penerapan sistem tersebut secara konsisten dalam setiap proses kerja.
Dirinya juga menekankan bahwa pelaksanaan surveillance ISO harus dipastikan berjalan dengan baik sebagai bagian dari mekanisme pengendalian dan peningkatan mutu berkelanjutan. Proses audit menjadi instrumen penting untuk menilai efektivitas sistem sekaligus memastikan kesesuaian implementasi di seluruh unit kerja.
“ISO bukan sekadar dokumen atau persyaratan administratif, melainkan pondasi utama dalam membangun tata kelola manajemen mutu. Melalui penerapan sistem yang konsisten, ISO berperan sebagai simpul tata kelola universitas yang berbasis manajemen risiko dan telah dijamin implementasinya,” jelas Prof JJ.
Dalam konteks ISO terintegrasi, sistem manajemen ini berkontribusi langsung terhadap capaian kinerja Universitas Hasanuddin yang lebih akuntabel, berbasis mutu proses, serta relevansi luaran. Seluruh kegiatan akademik dan nonakademik disusun melalui perencanaan yang matang, terukur, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.
Audit eksternal surveillance SMT Unhas dilaksanakan oleh tim auditor dari TÜV Rheinland, yang terdiri atas Tengku Hermansyah, Andi Kautsar Lubis, Pranda Dwimas Firmanto, dan Rian Antaresna. Proses audit dilakukan melalui metode wawancara, observasi, serta telaah dokumen pada empat fakultas yang telah tersertifikasi SMT.
Kegiatan audit ini dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (23/01). (*/mir)
























