LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Sebelum dikukuhkan secara resmi sebagai anggota baru Dewan Guru Besar Universitas Hasanuddin, Prof. dr. Uleng Bahrun, Sp.PK., SubSp.I.K. (K)., Ph.D., menyampaikan Pidato Penerimaan di hadapan Rapat Paripurna Senat Akademik terbatas, Selasa (20/01).
Prof. dr. Uleng Bahrun, Sp.PK., SubSp.I.K. (K)., Ph.D., merupakan pengajar di Bidang Imunologi, Fakultas Kedokteran Unhas ini.
Prof. dr. Uleng Bahrun memaparkan tentang “Antibodi Monoklonal: Inovasi Dunia Kedokteran Berbasis Riset”.
Dalam bidang diagnostik, antibodi monoclonal berperan besar mendeteksi penyakit secara lebih akurat dan dini.
Antibodi ini digunakan dalam berbagai metode uji laboratorium, seperti ELISA, imunohistokimia dan rapid test, untuk mengidentifikasi keberadaan antigen tertentu dalam sampel biologis.
Prof Uleng menjelaskan antibodi monoclonal telah menjadi komponen penting dalam dunia kesehatan modern, karena kemampuannya mengenali target spesifik secara selektif. Dalam praktis klinik, antibodi monoclonal banyak dimanfaatkan sebagai terapi untuk berbagai penyakit, seperti kanker, autoimun dan infeksi.
“Dengan mekanisme kerja yang terarah, antibodi ini mampu meningkatkan efektivitas pengobatan sekaligus mengurangi kerusakan pada jaringan sehat. Hal tersebut menjadikan antibodi ini sebagai bagian dari pendekatan pengobatan presisi yang semakin berkembang,” jelas Prof Uleng.
Dengan terus berkembangnya teknologi, peran antibodi monoclonal dalam dunia kesehatan akan menjadi semakin luas dan esensial, dengan berbagai keunggulan, antara lain spesifisitas tinggi, konsistensi hasil, serta dapat diproduksi secara massal dengan teknologi konvensional maupun rekombinan. (*)

























