Diduga Oknum Polisi Bekingi Aktivitas Sabung Ayam di Desa Seppang, Pemuda Justicia Bakal Adukan ke Propam Polda Sulsel

0
FOTO: Arena sabung ayam di Desa Seppang, Kabupaten Bulukumba, (Sumber Pemuda Justicia Kabupaten Bulukumba)
FOTO: Arena sabung ayam di Desa Seppang, Kabupaten Bulukumba, (Sumber Pemuda Justicia Kabupaten Bulukumba)

LEGIONNEWS.COM – BULUKUMBA, Aktivis Pemuda Justicia Kabupaten Bulukumba, Syamsul Bahri Majjaga, kembali mengeluarkan pernyataan keras terkait keberadaan arena sabung ayam di Desa Seppang yang diduga kuat dikelola oleh oknum berinisial Hj AM. Arena tersebut disebut beroperasi 2 hingga 3 kali dalam seminggu, dan justru semakin ramai tanpa ada penindakan nyata dari aparat penegak hukum.

Lebih jauh, Syamsul Bahri mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah nama oknum polisi di jajaran Polres Bulukumba yang diduga membekingi aktivitas ilegal tersebut. Saat ini, tim investigasi Pemuda Justicia tengah melakukan verifikasi detail terkait jabatan dan tingkat keterlibatan para oknum tersebut.

“Kami sudah kantongi beberapa nama oknum polisi yang melindungi arena sabung ayam ini. Tim kami sedang melakukan investigasi dan verifikasi. Jika temuan ini sudah lengkap, kami akan buka ke publik dan laporkan secara resmi,” tegas Syamsul Bahri.

Ia menambahkan bahwa arena di Seppang tersebut bukan arena kecil, melainkan salah satu yang terbesar di Kabupaten Bulukumba. Informasi yang diterima pihaknya menyebut lokasi itu tidak hanya menjadi tempat perjudian sabung ayam, tetapi juga diduga menjadi orbit peredaran sabu dan transaksi narkotika yang dikendalikan jaringan tertentu.

Syamsul Bahri mengecam keras adanya dugaan pembiaran oleh aparat.

“Jika benar ada oknum polisi yang membackup, ini adalah pengkhianatan terhadap institusi dan bangsa. Kapolres Bulukumba harus mengambil langkah tegas. Tidak boleh ada anggota yang melindungi kejahatan,” ujarnya.

Ia juga meminta Kapolda Sulsel turun tangan langsung untuk mengevaluasi kinerja Polres Bulukumba, terutama terkait dugaan keterlibatan anggotanya dalam praktik perjudian dan narkotika.

Menurutnya, keberadaan arena sabung ayam yang beroperasi berkali-kali dalam seminggu adalah bukti bahwa aparat di lapangan tidak bekerja, atau bahkan turut menikmati keuntungan dari aktivitas ilegal tersebut.

“Kami tidak akan berhenti. Negara harus hadir. Hukum harus ditegakkan tanpa tebang pilih. Jika kasus ini dibiarkan, masyarakat akan kehilangan kepercayaan terhadap institusi kepolisian,” tegas Syamsul Bahri Majjaga.

Pemuda Justicia memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, termasuk menyiapkan laporan resmi ke Propam dan Polda Sulsel begitu seluruh bukti investigasi mereka rampung. (*)

Advertisement