MAKASSAR — Peringatan Haul ke-IX almarhum Prof. Dr. H. A. Rahman Idrus, M.Pd., adalah tokoh NU dan akademisi Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan, berlangsung khidmat pada Sabtu, 31 Mei 2025 di Pesantren Ulil Albab, Sudiang, Makassar. Acara ini dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus Komisariat PMII Universitas MegaRizki Cabang Metro Makassar Periode 2025–2026.
Dalam pelantikan tersebut, Anggareksa resmi dilantik sebagai Ketua Komisariat dan Nurfadilla sebagai Sekretaris. Pelantikan dilakukan oleh Fanina, mewakili Ketua Cabang PMII Metro Makassar. Dalam sambutannya, Fanina menekankan pentingnya menjaga semangat solidaritas antar-kader dan melanjutkan perjuangan ideologis serta intelektual yang telah diwariskan oleh almarhum.
“Kita harus tetap menjaga solidaritas sesama kader PMII dan meneruskan perjuangan almarhum Prof. Dr. Rahman Idrus. Beliau adalah sosok yang menginspirasi kaderisasi dan pengabdian,” ujar Fanina.
Acara ini turut dihadiri oleh delegasi dari berbagai komisariat PMII, seperti Komisariat PMII STIEM Bongaya, Komisariat PMII UIM Al-Gazali, serta para kader aktif dan alumni PMII dari berbagai angkatan, yang datang untuk mengenang dan mendoakan sang guru bangsa.
Mewakili keluarga almarhum, H. Makmur Idrus menyampaikan kesan mendalam terhadap sosok kakaknya.
“Dalam keluarga, beliau adalah putra sulung yang tak hanya menjadi panutan, tetapi juga pelindung dan pemersatu. Nasihatnya tak pernah berat, karena disampaikan dengan senyum dan canda. Beliau adalah tempat bertanya, tempat belajar, dan tempat kembali,” ucapnya dengan penuh haru.
Rangkaian kegiatan haul diisi dengan tahlil dan doa bersama, dilanjutkan tausiah kebangsaan yang mengangkat nilai-nilai perjuangan, keulamaan, dan pengabdian Prof. Rahman Idrus dalam dunia pendidikan dan organisasi keislaman.
Sebagai tokoh penting dalam sejarah PMII Sulawesi Selatan, Prof. Rahman Idrus dikenal luas karena dedikasinya dalam membina kader, mendirikan lembaga pendidikan, serta membangun jejaring intelektual Nahdliyyin di berbagai pelosok daerah. Warisan perjuangannya terus hidup melalui kader-kader muda yang melanjutkan estafet gerakan.

























