MAKASSAR – Jatuhnya korban jiwa pada pelaksanaan tarik tambang yang digelar IKA Unhas Sulsel Ahad (19/12) pagi menjadi perhatian Brigade Muslim Indonesia atau BMI.
BMI menyampaikan bela sungkawa atas peristiwa itu.
“Innalillahi wainnailahi rojiun. Semoga korban meninggal di kegiatan tarik tambang ini mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tulis pesan Ketua harian BMI Hanif Aji Muslim.
Dalam pesan tertulisnya ke awak media Ketua harian BMI ini menyampaikan kejadian ini harusnya menjadi pelajaran buat kita semua bahwa jangan hanya karna ingin memecahkan rekor MURI lantas kita mengabaikan keselamatan peserta.
“Kami khawatir. Ada kelalaian Panitia sehingga peristiwa naas ini terjadi. Kami rasa panitia harus paham bahwa yang namanya permainan tarik tambang para peserta sangat rawan jatuh ataupun terlempar karena hentakan saat tali di tarik,” kata Hanif.
Dia pun menyayangkan kegiatan tarik tambang itu berlangsung di jalan raya juga segala sesuatu yang dianggap berbahaya yang ada di sekitar, seperti pembatas jalan beton dan lain lain harus di singkirkan.
“Jika peserta yang ikut sampai 5000 orang maka panitia harus punya kajian untuk memastikan bahwa tambang yang gunakan mampu menahan beban tarik dua arah yang dilakukan oleh ribuan peserta. Kondisi ini wajib karena dalam saat berlangsung tali bisa saja putus dan mengakibatkan peserta terlempar dan hilang kendali,” tutur Hanif.
Hanif berkata, Panitia juga harus bisa memastikan bahwa peserta lomba dapat melihat dan mendengar wasit saat memberi aba aba, karna jika ada yang tidak siap maka peserta bisa saja kaget dan terlempar.
“Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran kita semua untuk bisa lebih hati hati dalam melaksanakan sebuah kegiatan,” kata Ketua harian BMI ini. (**)

























